Dalam skala kecil, kesalahan memilih kardus mungkin hanya berdampak pada beberapa produk. Namun dalam skala besar, terutama pada bisnis distribusi dan manufaktur, dampaknya bisa jauh lebih kompleks karena menyangkut keseluruhan operasional.
Sebuah distributor FMCG pernah menghadapi masalah serius di gudangnya. Kardus yang digunakan mudah penyok ketika ditumpuk. Akibatnya, susunan barang menjadi tidak stabil, dan sebagian produk mengalami kerusakan bahkan sebelum dikirim ke customer.
Masalah ini bukan disebabkan oleh kesalahan handling, melainkan karena spesifikasi kardus yang tidak dirancang untuk kebutuhan stacking dalam jumlah besar.
Dalam sistem logistik, kekuatan tekan kardus menjadi faktor krusial. Kardus harus mampu menahan beban dari tumpukan di atasnya tanpa mengalami deformasi. Jika tidak, maka efisiensi penyimpanan akan terganggu dan risiko kerusakan meningkat.
Selain itu, ukuran kardus yang tidak standar juga bisa memperlambat proses operasional. Penyusunan di pallet menjadi tidak optimal, ruang gudang tidak dimanfaatkan secara maksimal, dan proses loading menjadi lebih lama.
Dalam konteks distribusi, struktur kardus juga harus disesuaikan dengan jarak dan kondisi pengiriman. Semakin jauh dan kompleks jalur distribusi, semakin tinggi pula kebutuhan akan daya tahan packaging.
Kesalahan dalam memilih jenis kardus—apakah single wall, double wall, atau bahkan triple wall—bisa berdampak langsung pada efisiensi dan biaya operasional.
Karena itu, packaging tidak bisa dipisahkan dari strategi operasional. Ia harus dirancang sebagai bagian dari sistem, bukan hanya sebagai pelengkap.