Ongkir Mahal? Bisa Jadi Salah Ukuran Kardus

Ongkir Mahal? Bisa Jadi Salah Ukuran Kardus

Salah satu keluhan paling umum di kalangan pelaku e-commerce adalah tingginya biaya pengiriman. Banyak yang menganggap ini sebagai faktor eksternal yang tidak bisa dikontrol. Padahal, dalam banyak kasus, akar masalahnya justru berasal dari packaging yang digunakan.

Seorang seller aksesoris pernah mengalami hal ini. Produk yang dikirim sebenarnya ringan, hanya sekitar 300 gram. Namun biaya ongkir yang dikenakan setara dengan 1 kilogram. Setelah dianalisis, penyebabnya bukan pada tarif ekspedisi, melainkan ukuran kardus yang terlalu besar.

Dalam sistem logistik modern, ekspedisi tidak hanya menghitung berat aktual, tetapi juga volume paket. Ketika ukuran kardus terlalu besar dibandingkan isi di dalamnya, maka yang digunakan adalah perhitungan berat volumetrik. Inilah yang membuat ongkir membengkak tanpa disadari.

Kesalahan seperti ini sering terjadi karena bisnis menggunakan kardus “serbaguna”, yaitu satu ukuran untuk berbagai jenis produk. Tujuannya memang untuk menyederhanakan operasional, tetapi efek sampingnya adalah banyak ruang kosong di dalam paket. Ruang kosong ini bukan hanya meningkatkan risiko benturan, tetapi juga langsung berdampak pada biaya pengiriman.

Selain itu, banyak bisnis tidak melakukan optimasi dimensi secara detail. Padahal, selisih beberapa sentimeter saja bisa mempengaruhi kategori ongkir yang dikenakan oleh ekspedisi.
Dampaknya cukup signifikan. Ongkir menjadi tidak kompetitif, margin keuntungan tergerus, dan customer cenderung beralih ke penjual lain yang menawarkan biaya pengiriman lebih rendah.

Solusinya adalah menggunakan ukuran kardus yang benar-benar presisi dengan produk. Corrugated box memiliki keunggulan karena bisa disesuaikan secara spesifik, baik dari segi dimensi maupun kekuatan material. Dengan desain yang tepat, bisnis tidak hanya bisa melindungi produk dengan lebih baik, tetapi juga mengoptimalkan biaya logistik secara keseluruhan.

Share: